Islamic Boarding Schools (Pesantren) Innovation in Preventing Violence and Sexual Harassment: Case Study in the Special Region of Yogyakarta, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.32890/jgd2023.19.1.5Keywords:
Sexual violence, sexual harassment, Islamic boarding schoolsAbstract
In Indonesia, in addition to formal education, informal education is also known as pesantren. Pesantren is a place where people study
Islam, explore the Qur’an and Sunnah of the Prophet and other worship. In addition to studying religious knowledge, it is not
uncommon for pesantren to have collaborated with formal education. In Indonesia, pesantren is the choice for the community for the
provision of educational services. Resident students are one of the main characteristics of pesantren. Unfortunately, this characteristic
turns out to be the main cause of several cases of violence and sexual harassment in pesantren. The Indonesian National Commission for Women noted that during 2017-2021 there were 16 cases of sexual violence in pesantren. Meanwhile, BBC News reported that in early 2023 at least 4 cases had been revealed. This condition is very sad and makes pesantren have to improve themselves. How do pesantren innovate to prevent sexual violence and harassment? This study used a qualitative approach, data collection using literature study and deep interview techniques. In-depth interviews were conducted with 3 managers of large pesantren in the Special Region of Yogyakarta, Indonesia. The data were analysed through descriptive qualitative analysis. The results of the analysis show that to prevent violence and sexual harassment in pesantren, strengthening the joint commitment to protect each other between students, caregivers and managers is the main thing in the management of a pesantren.
References
Aripudin, A., Kholis, N., & Bustamam, R. (2015). Dinamika pesantren: Lokalitas to globalitas [Theses, UIN Sunan Gunung Djati]. https://etheses.uinsgd.ac.id/39077/
Everett, M. R. (1983). Diffusion of innovations. The Free Press.
Fu’ady, M. A. (2011). Dinamika psikologis kekerasan seksual: Sebuah studi fenomenologi. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 8(2), 192-208.
Hidayat, R., & Syamsuddin, S. (2019). Penetrasi konteks sosial budaya dalam membangun collaborative governance pada gugus tugas pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang kekerasan terhadap perempuan dan anak di provinsi Jawa Barat. Jurnal Politikom Indonesiana, 4(1), 240-270.
Ismail, A. (2018). Pesantren dan radikalisme agama (Studi Kasus Pesantren Hidayatullah Ternate). Al-Qalam, 13(1), 19-36.
Jamaludin, A., & Prayuti, Y. (2022). Model pencegahan kejahatan seksual di lembaga pendidikan pesantren. Res Nullius Law Journal, 4(2), 161-169.
Juliandi, J., Yasmin, P., & Bungana, R. (2023). Perlindungan hukum terhadap korban pelecehan seksual dilihat dari segi hukum internasional. Jurnal Edukasi Nonformal, 4(1), 43-51.
Khodijah, S. (2017). Pengaruh budaya pesantren terhadap pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang, Ciputat. Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta.
Nuraeni. (2021). Eksistensi pesantren dan analisis kebijakan undang-undang pesantren. Jurnal Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam, 3(1), 1-14.
Nurisman, E. (2022). Risalah tantangan penegakan hukum tindak pidana kekerasan seksual pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 170-196. Journal of Governance and Development, 19, No. 1 (Jan) 2023, pp: 93-
Muhakamurrohman, A. (2014). Pesantren: Santri, kiai, dan tradisi. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 12(2), 109-118.
Maesaroh, N., & Achdiani, Y. (2017). Tugas dan fungsi pesantren di era modern. Sosietas, 7(1), 346-352.
Mahdi, A. (2013). Sejarah dan peran pesantren dalam pendidikan di Indonesia. Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, 2(1), 1-20.
Panut, P., Giyoto, G., & Rohmadi, Y. (2021). Implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentan pesantren terhadap pengelolaan pondok pesantren. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(2), 2021, 816-828.
Pitasari, D. N., & Maulana, D. (2020). Peningkatan kesadaran hukum santri dalam memahami tindak kekerasan di Pondok Pesantren Modern Assa’Adah. Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 130-136.
Sari, K., & Taun, T. (2022). Perlindungan hukum pada anak korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum pemilik Pondok Pesantren di Bandung. Legal Spirit, 6(2), 231-238.
Soebahar, A. H. (2013). Modernisasi pesantren; Studi transformasi kepemimpinan kiai dan sistem pendidikan pesantren. LKiS Printing Cemerlang.
Sururi, A. (2017). Inovasi kebijakan publik. Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik, 12(2). 14-31.
Torfing, J., & Triantafillou, P. (2016). Enhancing public innovation by transforming public governance. Cambridge University Press.
Tussakdiyah, H., Ishaq, I., & Kusnadi, E. (2019). Implementasi sistem dakwah Islamiyah terhadap pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Anwar Kec. Kumpeh Ilir [Doctoral dissertation, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi].
Utami, S. W. (2016). Hubungan antara kontrol diri dengan pelecehan seksual pada remaja di Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga Universitas Muhammadiyah Purwokerto [Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Purwokerto]. Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Published
Issue
Section
How to Cite
Research impact
Harvested 2026-09-08Counts differ between services because each indexes a different body of literature. None of them is the whole picture.











